Rabu, 28 Maret 2018

NIC, BRIDGE, DAN REPEATER

 NIC ( Network Interface Card )




NIC ( Network Interface Card ) atau sering disebut LAN Card atau Kartu Jaringan adalah komponen penting yang dibutuhkan oleh komputer kita untuk mengkoneksikan komputer kita ke Internet. Jadi, kita sangat membutuhkan NIC, jadi appa itu NIC??

NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

Fungsi Network Interface Card :
  1. Media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan
  2. Mengontrol data flow antara komputer dan sistem kabel
  3. Menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menerjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer

Cara Kerja Network Interface Card :

Prinsip kerja LAN CARD adalah menerima sinyal dari computer lain kemudian mentranmisikan kedalam masukan kemudain diolah menjadi data begitu sebaliknya saling berbagi. LAN CARD dapat digunakan untuk menghubungkan system computer satu dengan computer lain melalui perantara HUB sehingga dalam area tersebut membentuk suatu jaringan komputer.


BRIDGE

Bridge, banyak yang beranggapan bahwa fungsi Switch dan Bridge itu hampir sama, tapi sebenarnya fungsinya berbeda. Mari kita lihat, apa itu Bridge.

Bridge adalah sebuah Network Device yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment-segment yang lebih kecil. Bridge membaca alamat MAC (Media Access Control) dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau di abaikan. jika switch menpunyai Collision Domain sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki Collision Domain tetapi ia juga dapat membaginya dari sebuah Collision Domain yang besar menjadi yang lebih kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan.

Selain itu ada yang mendefinikan bahwa Bridge adalah sebuah Network Device yang berfungsi sebagai jembatan fisik dan Bridge pun dapat berfungsi juga sebagai jembatan nalar (logical) seperti pembongkaran dan penyusunan paket, penyelematan, buffering dan lain-lain. Dengan demikian bridge dapat dipakai untuk menghubungkan 2 macam jaringan yang berbeda format paketnya ataupun yang berbeda kecepatan transmisinya. Misal dua kantor menggunakan dua jenis sistem jaringan yang berbeda, yang satu menggunakan sistem Ethernet dan yang lainnya menggunakan sistem Arcnet, maka kedua sistem tersebut dapat digabung dengan menggunakan bridge.

Jenis-Jenis Bridge :

  1. Transparent Bridge
    Melakukan bridging antara 2 atau lebih segmen LAN. Jenis bridge ini juga dapat melakukan bridging pada jenis media physical layer yang berbeda (UTP, coax, fiber dll). Pengaturan bridge jenis ini dapat dilihat pada dokumen standar IEEE 802.1D.
  2. Translating Bridge
    Adalah jenis bridge yang mampu untuk melakukan bridging antar protocol pada data link layer (contoh Ethernet dengan Token Ring). Dengan demikian terjadi proses konversi jenis frame data dan transmission rate masing-masing protocol. Proses ini dilakukan pada preamble dan FCS (frame check sequence).

Pada bagian lain kita akan membahas pula bagaimana menghitung performance network dalam hubungannya dengan penerapan kedua jenis bridge ini.

Masalah yang ada pada segmentasi Ethernet

Dasar dari dibaginya sebuah network dalam beberapa segmen yang menggunakan bridge mengacu pada rancangan topologi jaringannya. Misalnya dalam sebuah network yang terdiri dari departemen A dan B, maka untuk mengurangi overhead traffic jaringan secara keseluruhan dibuatlah segmen fisik A dan B. Dengan tujuan agar traffic pada segmen A jika tidak diperlukan ke segmen B, benar-benar hanya berlalulalang di segmen A saja.

Telah kita ketahui bahwa bridge melakukan filtering dan forwarding frame pada masing-masing segmen nya yang menimbulkan konsekuensi jika filtering dan forwarding rate menjadi besar maka akan mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.

Teknologi switching hub menjawab permasalahan ini dengan cara kerja sebagai berikut:
Saat sebuah node akan berhubungan dengan node lain yang berbeda segmen, peralatan ini akan menjadi bridge dan membuka sebuah jalur langsung ’sementara’ dengan acuan source dan destination address Ethernet nya.

Switching hub bekerja pada Ethernet MAC (Media Access Control) sublayer.
Setiap port pada hub jenis ini dapat menjamin throughput nya tetap 10 Mbps. Karena jika pada hub non switch, jika terdapat misalnya 8 port Ethernet, maka dalam hitungan mudahnya setiap port akan hanya memperoleh 10 Mpbs / 8 port = 1,25 Mbps.

Switching hub
Switching hub bekerja pada Ethernet MAC (Media Access Control) sublayer.
Diagram hubungan antara OSI dan IEEE 802 standar
MAC = Media Access Control
802.3 - CSMA/CD (di Ethernet)
802.4 - TOKEN BUS
802.5 - TOKEN RING
802.6 - DQDB MAN (Distributed Que Dual Bus Metropolitan Area Network)

Buffering pada switch
Pada switch hub digunakan minimal sebuah CPU dan memory untuk melakukan packet buffering. Sebuah switch mampu menerima semua paket data dalam koneksi yang ada secara serentak. Kemudian paket data diteruskan hanya kepada alamat tujuan (destination address).

Setiap paket berisi dua MAC layer address yaitu alamat pengirim (source) dan tujuan (destination). Switch akan menyimpan dalam sebuah tabel MAC address yang digunakan untuk mencocokan koneksi yang harus dilakukan. Penggunaan tabel ini juga untuk menentukan kemana paket data harus dikirim. Jumlah tabel MAC address biasanya juga terdapat dalam spesifikasi switch, yang dapat mencapai ribuan alamat.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kapasitas memory dalam switch. Karena perlu diingat pula bahwa bentuk lalu lintas paket data dapat dibagi dua golongan yaitu : peer to peer/point to point dan satu ke banyak koneksi (one to many, misalnya w/s ke server).

Beberapa teknik yang digunakan pada switching hub:
  • internal bus - pada high end switch -> gigabytes
  • shared memory / packet bus
  • memindahkan satu koneksi dalam switch ke koneksi lain

Parameter penting lainnya adalah ukuran packet per second (pps). Sebagai contoh sebuah merk switching hub dapat memproses sampai dengan 150.000 pps pada koneksi 100baseT (fast ethernet) dan 1/10 nya pada koneksi 10baseT.


REPEATER

Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (Client) dan untuk menyebarkan kembali sinyal Wifi tersebut (acces point).

Fungsi Repeater
  • Untuk mengcover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server (pemancar)
  • Untuk memperjauh sinyal dari Server (pemancar)
  • Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari Server

Sedikit Cara Kerja Repeater :

Saat PTT HT Ditekan ( ia akan memancar pada Freq A ) Bag RX repeater (frequency :A) menerima informasi dari radio HT tsb, maka bag rx aktif, dan COR akan langsung menggerakkan bag transmit (TX ) yang secara bersamaan informasi yang  diterima tsb dipancarkan kembali oleh bagian TX ( B). dan pancaran tsb dapat diterima oleh HT lain dilapangan pada Frekwensi receive HT ( B ). Demikian pula saat HT lain mengudara untuk menjawab atau memanggil prosedur tsb kembali berulang.

Repeater pada umumnya diletakkan disuatu tempat ketinggian ,antennanyapun ditinggikan lagi yang biasanya diletakkan diatas tower sehingga jangkauan pancaran akan lebih jauh. Semakin tinggi letak repeater, maka akan lebih jauh pula daya jelajahnya. Seringnya repeater diletakkan disuatu lokasi yang  tinggi misalnya di puncak Gunung, atau Bukit , Antennanya pun  di instalasikan ditower yang cukup tinggi.

Memperkirakan jarak jangkau repeater, secara sangat sederhana adalah dengan melihat area dari lokasi tsb dengan mata kita, bila yang terlihat sangat luas, maka hampir dapat dipastikan, sejauh mata kita memandang, sampai sanalah  area yang dapat dicover oleh repeater itu, ( Line Of Sight ) Mengingat keterbatasan daya pandang, dapat saja coveragenya lebih jauh dari pandangan kita.

Peformance sebuah repeater dipengaruhi pula oleh ,daya pancar repeater, sensitivitas, serta selektivitas dari repeater itu sendiri. Untuk meningkatkan  kekuatan pancaran, selain meletakkan repeater pada tempat yang tinggi, maka  digunakan pula Antenna dengan penguatan ( gain ) yang besar.

Selasa, 20 Maret 2018

Jaringan Komputer

Pernahkah anda mendengar kata PAN, LAN, MAN, WAN ? Mungkin dari sebagian di antara anda tidak terlalu asing dengan kata-kata tersebut.PAN, LAN, MAN, WAN merupakan bentuk dari jaringan komputer. Apa yang dimaksud dengan jaringan komputer ? Jaringan komputer merupakan kumpulan dari sejumlah terminal komunikasi yang mana di dalamnya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling terhubungkan. Tujuan dari adanya jaringan komputer ini adalah agar segala informasi atau data yang dibawa transmitter bisa sampai kepada receiver secara tepat dan akurat. 

Nah dalam jaringan komputer memiliki beberapa jenis. Dari jaringan yang sederhana sampai jaringan yang mencakup secara luas. Silahkan simak apa saja jenis-jenis jaringan pada komputer dibawah ini: 



Jenis-jenis Jaringan Komputer



PAN (Personal Area Network)

PAN adalah singkatan dari personal area network. Jenis jaringan komputer PAN adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer yang berjarak tidak terlalu jauh. Biasanya Jenis jaringan yang satu ini hanya berjarak 4 sampai 6 meter saja. Jenis jaringan ini sangat sering kita gunakan. contohnya menghubungkan hp dengan komputer. 


LAN (Lokal Area Network)

LAN adalah singkatan dari lokal area network. Jenis jaringan LAN ini sangat sering kita temui di warnet-warnet, kampus, sekolah ataupun perkantoran yang membutuhkan hubungan atau koneksi antara dua komputer atau lebih dalam suatu ruangan. 


MAN (Metropolitan Area Network) 

MAN singkatan dari metropolitan area network. Jenis jaringan komputer MAN ini adalah suatu jaringan komputer dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan suatu lokasi seperti sekolah, kampus, perkantoran dan pemerintahan. Sebenarnya jaringan MAN ini adalah gabungan dari beberapa jaringan LAN. Jangkauan dari jaringan MAN ini bisa mencapai 10 - 50 kilo meter.
 

WAN (Wide Area Network) 

WAN singkatan dari wide area network. WAN adalah jenis jaringan komputer yang mencakup area yang cukup besar. contohnya adalah jaringan yang menghubugkan suatu wilayah atau suatu negara dengan negara lainnya.


 

Selasa, 02 Juni 2015

Membuat Domain Name System (DNS) Pada Linux Debian

Kalian harus menyiapkan 2 PC atau lebih, atau kalian juga bisa menggunakan aplikasi Virtual Machine.
Okee.. kita langsung mulai saja.


1.    Persiapkan alat dan bahanya.
2.    Tentukan perencanaan jaringan yang akan di gunanakan.
3.    Masuk ke dalam Linux debian ,lalu buka aplikasi terminal.


4.   Ketik “su” untuk masuk kedalam super user dan masukan password, jangan panik jika saat kalian mengetik tulisannya tidak ada, karena untuk menjaga kerahasian password kalian.



5.    Ketikan “ifconfig” untuk mengecek LAN card yang aktif.


6.    Setting network ketik “ nano /etc/network/interfaces ”.


7.  Lakukan konfigurasi network seperti gambar dibawah ini dengan perencanaan jaringan kalian.

 save dengan menekan tombol kombinasi  “ctrl + o”, “enter”, keluar dari settingan “ctrl + x”.


8.   Ketikan “ nano /etc/resolv.conf ”.


9.  Samakan dengan gambar dibawah ini. Ket: Search > sesuai dengan nama domain yang anda buat.  Nameserver > sesuai ip address server.

save dengan menekan tombol kombinasi  “ctrl + o”, “enter”, keluar dari settingan “ctrl + x”.

10.  Restart konfigurasi “sevice networking restart” atau “ /etc/init.d/networking restart”.




11.  Install direktori bind. Direktori Bind terdapat pada CD/DVD 1. Jangan lupa sebelum install pastikan CD/DVD 1 ada didalam DVD ROM. 





12.  Pindah ke direktori bind " cd /etc/bind ". Lalu ketikan “ nano named.conf.local ”.





13.  Lalkukan konfigurasi sesuai dengan gambar dibawah ini. Lalu save dengan menekan      tombol    kombinasi   “ctrl + o”, “enter”, keluar dari settingan “ctrl + x”.



14.  Copy file forwarder.txt dan reverse.txt.



15.  Masuk kedalam file forwarder.txt dengan mengetikan perintah “nano forwarder.txt”




16.  Lalkukan konfigurasi sesuai dengan gambar dibawah ini. Hati-hati pada pengetikan, bila ada yang kurang atau salah maka akan error saat di restart nanti.

save dengan menekan tombol kombinasi  “ctrl + o”, “enter”, keluar dari settingan “ctrl + x”.




17.  Masuk kedalam file reverse.txt dengan mengetikan perintah “nano reverse.txt”


18.  Lakukan konfigurasi sesuai dengan gambar dibawah ini. Hati-hati pada pengetikan, bila ada yang kurang atau salah maka akan error saat di restart nanti.
   
save dengan menekan tombol kombinasi  “ctrl + o”, “enter”, keluar dari settingan “ctrl + x”.

19.  Restart bind.


20.  Lakukan pengujian dengan perintah :
       1. nslookup localhost,
       2. nslookup ns.admin.com,
       3. nslookup www.admin.com


21.  Install direktor apache php5. Direktori apache php5 terdapat pada CD/DVD 1.


22.  Pindah ke direktori apache. Lalu masuk ke dalam file “www”.

 

23.  Isi file seperti gambar dibawah ini. Lalu save dengan menekan tombol kombinasi “ctrl + o”, “enter”, keluar dari settingan “ctrl + x”.



24.  Pindah ke dirktori www. Lalu masuk ke file index.html.


25.  Setarakan seperti gamabar dibawah ini. Untuk kalimat terserah anda mau diisi apa saja. Lalu save file dan keluar.


26.  Restart apache dan restart network.


27.  Install lynx. Lynx terdapat pada CD/DVD 1.




28.  Masuk ke lynx. Fungsi lynx adalah untuk mengecek hasil yang DNS yang dibuat diatas.






Jika hasilnya seperti gamabar diatas maka setttingan berhasil. Keluar dari lynx tekan tombol “q” pada keyboard lalu tekan “enter”.

29.  Masuk ke dalam browser pada debian.


30.  Pada browser ketikan alamat DNS dan alamat IP address yang kita buat tadi.



      Pada step ini jika tampil seperti gambar diatas maka kita telah berhasil membuat DNS.

31.  Lalu kita konfigurasikan Ip address pada PC Client. Pada PC Client gateway di isi dengan IP address milik server.


32.  Lalkukan test ping pada pc client.


33. Masuk ke dalam browser pada Client. Pada browser ketikan alamat DNS dan alamat IP address.






Membuat DNS sudah selesai.


Selamat Mencoba ....